Loncat ke konten utama
Skrining Mandiri & Privat

Kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI)

Gunakan kalkulator berbasis klasifikasi Asia-Pasifik (Kemenkes RI) ini untuk memeriksa status berat badan ideal Anda terhadap risiko resistensi insulin, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Masukkan Ukuran Tubuh

Gunakan alat ukur dan timbangan terkini tanpa alas kaki.

cm
kg
Privasi Terjaga: Perhitungan murni di browser Anda tanpa disimpan ke server.

Menunggu Data Tinggi & Berat Badan

Ketik tinggi dan berat badan Anda pada formulir di sebelah kiri untuk melihat nilai indeks massa tubuh, kategori kesehatan, dan saran pola hidup.

Kurus (< 18.5)Ideal (18.5 – 22.9)Lebih (23.0 – 24.9)Obesitas (≥ 25.0)

Kapan Kalkulator BMI Tidak Berlaku?

Meskipun Indeks Massa Tubuh (BMI) merupakan instrumen skrining awal yang praktis untuk populasi umum, formula ini menghitung rasio total berat terhadap tinggi badan dan tidak membedakan komposisi antara massa otot dan lemak tubuh.

1. Anak & Remaja (<18 Thn)

Pertumbuhan fisik anak menggunakan grafik persentil usia dan jenis kelamin (kurva CDC/Kemenkes).

2. Ibu Hamil & Menyusui

Kenaikan berat badan dipengaruhi oleh pertumbuhan janin, cairan ketuban, dan perubahan plasenta.

3. Atlet & Binaragawan

Massa otot memiliki densitas lebih tinggi daripada lemak, sehingga BMI dapat menunjukkan angka tinggi meski kadar lemak rendah.

4. Lansia (Sarkopenia)

Penurunan massa otot alami pada lansia dapat menyamarkan penumpukan lemak visceral di sekitar organ.

Standar Medis Internasional

Tabel Klasifikasi BMI Asia-Pasifik

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO WPRO) dan Kementerian Kesehatan RI menetapkan ambang batas yang lebih sensitif bagi populasi Asia karena kecenderungan risiko resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2 pada persentase lemak tubuh yang lebih rendah.

KategoriRentang Nilai BMITingkat Risiko Penyakit Metabolik
Kurus (Underweight)< 18.5 kg/m²Rendah risiko diabetes, namun rentan malnutrisi dan osteoporosis
Normal (Ideal Sehat)18.5 – 22.9 kg/m²Tingkat risiko penyakit metabolik terendah (target kesehatan utama)
Berat Badan Lebih (Overweight)23.0 – 24.9 kg/m²Mulai meningkat: risiko resistensi insulin dan dislipidemia
Obesitas Tingkat I25.0 – 29.9 kg/m²Sedang hingga tinggi: diabetes tipe 2, hipertensi, perlemakan hati
Obesitas Tingkat II≥ 30.0 kg/m²Sangat tinggi: membutuhkan pendampingan medis profesional intensif